
PAREPARE — Sekolah Pascasarjana Universitas Hasanuddin (SPs UNHAS) kembali menunjukkan peran nyatanya dalam hilirisasi riset berdampak langsung bagi masyarakat. Melalui tim peneliti yang dipimpin oleh Ir. Evi Aprianti, S.T., Ph.D. bersama anggota tim Amran Anwar, Md.Kom., Haidir Jaya Satria, S.M., dan Kasmawati K, S.A.P., hasil inovasi teknologi berupa mortar komposit ramah lingkungan dan biofertilizer (pupuk hayati) berbasis pemanfaatan limbah pertanian resmi didiseminasi sekaligus diaplikasikan langsung di Kota Parepare.
Rangkaian acara Diseminasi Hasil dan Peresmian Inovasi Penelitian ini dirangkaikan dengan Peresmian Jalan Tani berbasis rabat beton mortar komposit, yang berlangsung di Kantor Walikota Parepare pada Kamis, 15 Oktober 2026.
Kegiatan strategis ini dihadiri langsung oleh Walikota Parepare H. Tasming Hamid, S.E., M.H., Sekretaris Daerah Kota Parepare Amarun Agung Hamka, S.STP., M.Si., dan didukung oleh Ketua LPPM Unhas Prof. dr. Muh. Nasrum Massi, Ph.D., Sp.MK(K) beserta Wakil Dekan Bidang Perencanaan dan Sumber Daya SPs UNHAS, Dr. Ir. Syahriadi Kadir, M.Si., jajaran Forkopimda, perwakilan LSM, tokoh masyarakat, hingga warga penerima manfaat.
Program riset berjudul “Pengembangan Prototipe Mortar Komposit dan Biofertilizer dari Limbah Pertanian untuk Aplikasi Industri Konstruksi Berkelanjutan” ini mencatatkan prestasi membanggakan bagi SPs UNHAS. Riset yang telah dikembangkan sejak tahun 2022 ini berhasil lolos seleksi ketat pendanaan hibah program Bestari Saintek (Berdikari Semesta Kemendiktisaintek), dengan menyisihkan lebih dari 5.000 pendaftar dari berbagai lembaga riset dan perguruan tinggi.
“Dari 2022, kami teliti ini dan alhamdulillah tahun ini dapat hibah dari Kemendiktisaintek dengan program Berdikari Semesta, dan kami manfaatkan untuk masyarakat Kota Parepare,” tutur Evie, ketua tim sekaligus dosen prodi Magister Manajemen Bencana SPs UNHAS.
Inovasi ini lahir dari keprihatinan atas tingginya emisi karbon dan pemanasan global akibat penggunaan semen konvensional berbasis batu bara. Sebagai solusinya, tim peneliti mengolah limbah pertanian lokal asal Parepare dan Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), seperti sekam padi, tongkol jagung, dan serbuk kayu menjadi bahan perekat beton.
Sebagai wujud penerapan nyata, material mortar ramah lingkungan karya peneliti SPs UNHAS ini diaplikasikan secara penuh (100%) dalam pembangunan fisik rabat beton akses Jalan Tani di Parepare.
Wali Kota Parepare, H. Tasming Hamid, S.E., M.H., menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada SPs UNHAS dan seluruh tim peneliti atas kontribusi nyata yang membawa manfaat langsung bagi pembangunan infrastruktur dan sektor pertanian masyarakat Parepare. Beliau menekankan pentingnya pengujian mutu dan kelayakan teknis yang berkelanjutan agar inovasi material hijau ini dapat diproduksi secara lebih luas di masa depan.
Saat ini, inovasi semen ramah lingkungan berbasis limbah tani buatan peneliti SPs UNHAS tersebut sedang berada dalam tahap review pendaftaran Hak Kekayaan Intelektual (HKI/Paten) serta diproyeksikan untuk diproduksi secara komersial.

