![]()


Salah satu arah pengembangan yang dapat dijajaki melalui kolaborasi ini adalah rencana pengembangan Program Magister Ketahanan Nasional di lingkungan Sekolah Pascasarjana Unhas. Gagasan tersebut relevan dengan kebutuhan pengembangan sumber daya manusia yang memiliki pemahaman komprehensif dan kemampuan analitis terhadap berbagai persoalan ketahanan nasional, baik dalam dimensi sosial, politik, ekonomi, lingkungan, maupun pembangunan.
Pengembangan program tersebut ke depan memerlukan kajian akademik dan perencanaan yang matang, termasuk identifikasi kebutuhan pendidikan, perumusan kurikulum, penguatan kompetensi dosen dan tenaga ahli, serta penjajakan kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan. Dalam konteks ini, sinergi antara Unhas dan IKAL-Lemhannas RI berpotensi menjadi ruang pertukaran pengetahuan dan pengalaman untuk mendukung perencanaan pendidikan pascasarjana yang relevan dengan tantangan nasional.
Dekan Sekolah Pascasarjana Unhas, Prof. Sukri Palutturi, SKM., M.Kes., MSc.PH., Ph.D., menyampaikan bahwa kolaborasi dengan IKAL-Lemhannas RI merupakan kesempatan penting bagi Universitas Hasanuddin untuk memperkuat perhatian akademik terhadap wawasan kebangsaan dan bela negara.
“Tidak banyak universitas di Indonesia yang mendapat kesempatan ini. Oleh karena itu, harapannya ke depan akan semakin banyak kolaborasi di bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat, terutama dalam upaya menjaga ketahanan nasional Indonesia,” ujar Prof. Sukri.
Menurutnya, kerja sama lintas kelembagaan diharapkan dapat membuka peluang pengembangan berbagai kegiatan akademik yang berorientasi pada kebutuhan masyarakat dan kepentingan nasional. Melalui kolaborasi tersebut, perguruan tinggi dapat memperluas kontribusinya dalam menghasilkan kajian ilmiah, mengembangkan kapasitas sumber daya manusia, serta membangun perspektif akademik terhadap tantangan ketahanan nasional.
Rencana pengembangan Magister Ketahanan Nasional juga dapat menjadi ruang untuk memperkuat keterhubungan antara kajian akademik dan kebutuhan praktis dalam pembangunan. Melalui pendekatan multidisipliner, pendidikan di bidang ini berpotensi mendorong lahirnya sumber daya manusia yang mampu menganalisis persoalan strategis, memahami keterkaitan berbagai dimensi ketahanan nasional, serta merumuskan pendekatan yang berbasis ilmu pengetahuan.
Bagi Sekolah Pascasarjana Unhas, pengembangan bidang kajian tersebut sejalan dengan peran pendidikan pascasarjana dalam memperkuat kapasitas akademik, mendorong riset yang relevan, dan menghasilkan kontribusi ilmiah bagi penyelesaian persoalan pembangunan. Sementara itu, kolaborasi dengan IKAL-Lemhannas RI dapat membuka ruang untuk menjajaki pertukaran perspektif, keterlibatan narasumber dan praktisi, serta pengembangan jejaring yang mendukung proses perencanaan akademik.
Ke depan, rencana tersebut perlu ditindaklanjuti melalui pembahasan bersama dan kajian kelayakan sesuai dengan ketentuan penyelenggaraan pendidikan tinggi. Dengan demikian, arah kolaborasi yang dibangun tidak hanya berhenti pada penandatanganan kesepakatan, tetapi juga berpotensi berkembang menjadi inisiatif akademik yang terencana dan berkelanjutan.
Melalui langkah ini, Sekolah Pascasarjana Unhas berharap dapat memperluas kontribusi pendidikan tinggi dalam pengembangan sumber daya manusia, penguatan wawasan kebangsaan, dan kajian ketahanan nasional, sekaligus menjajaki peluang pengembangan program pendidikan yang relevan dengan kebutuhan bangsa di masa mendatang.


